semua orang tahu

Semua orang tahu:

Anda tidak bisa menjadi segalanya untuk semua orang.

Anda tidak bisa melakukan segalannya dalam sekejap.

Anda tidak bisa melakukan segalanya secara persis sama.

Anda tidak bisa melakukan segalanya lebih baik dari semua orang.

Anda adalah manusia yang sama seperti orang-orang lain..

Maka:

Anda harus mencari tahu siapa diri Anda dan Jadilah Diri Anda sendiri.

Anda harus memutuskan apa yang harus Anda dahulukan, dan lakukanlah.

Anda harus menemukan kekuatan diri Anda dan pergunakanlah.

Anda harus belajar untuk tidak bersaing dengan orang lain,

Karena tidak ada orang yang sedang dalam “kontes” untuk menjadi diri Anda..

Kemudian:

Anda akan belajar menerima keunikan diri Anda.

Anda akan belajar menetapkan prioritas dan membuat keputusan.

Anda akan belajar untuk hidup dengan segala keterbatasan Anda.

Anda akan belajar memberikan diri Anda rasa hormat yang pantas Anda dapatkan.

Dan Anda akan menjadi insan yang paling utama.

Beranikan Diri Anda untuk Meyakini:

Bahwa Anda adalah orang yang luar biasa dan unik.

Bahwa Anda tengah membuat sejarah.

Bahwa menjadi diri sendiri bukan hanya sekedar hak, tapi juga kewajiban Anda.

Bahwa hidup bukanlah sebuah masalah yang harus dipecahkan, tapi sebuah berkah yang harus dihargai.

Dan Anda akan dapat berdiri diatas sesuatu yang biasanya membuat Anda jatuh.

Pengarang: Tidak Diketahui; Sumber: www.inspirationalst ories.com

pemenang atau pecundang

Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban;

Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.

Pemenang selalu memiliki program;

Pecundang selalu memiliki alasan.

Pemenang selalu mengatakan, “Akan saya lakukan untuk Anda”;

Pecundang mengatakan, “Itu bukan tugas saya.”

Pemenang melihat jawaban atas setiap permasalahan;

Pecundang melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang mengatakan, “Memang susah, tapi tetap ada kemungkinan” ;

Pecundang mengatakan, “Memang ada kemungkinan, tapi itu terlalu sulit.”

Ketika seorang pemenang melakukan kesalahan, ia mengatakan, “Saya salah.”;

Ketika seorang pecundang melakukan kesalahan, ia mengatakan, “Bukan salah saya.”

Seorang pemenang membuat komitmen;

Seorang pecundang membuat janji.

Pemenang memiliki impian;

Pecundang memiliki rencana kotor.

Pemenang mengatakan, “Saya harus melakukan sesuatu”;

Pecundang mengatakan, “Sesuatu harus dilakukan.”

Pemenang adalah bagian dari team;

Pecundang terpisah dari team.

Pemenang melihat manfaatnya;

Pecundang melihat penderitaannya.

Pemenang melihat kemungkinan;

Pecundang melihat masalah.

Pemenang percaya pada prinsip menang-menang;

Pecundang percaya bahwa agar bisa menang, seseorang harus kalah.

Pemenang melihat potensi;

Pecundang melihat masa lalu.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;

Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argument yang kuat dengan kata-kata yang lembut;

Pecundang menggunakan argument yang lemah dengan kata-kata yang kuat.

Pemenang berpegang teguh pada nilai dan berkompromi terhadap hal-hal kecil;

Pecundang berpegang teguh pada hal-hal kecil dan berkompromi terhadap nilai.

Pemenang menuruti filosofi empati: “Jangan lakukan pada orang lain hal-hal yang tidak

kamu ingin mereka lakukan terhadap kamu”;

Pecundang mengikuti filosofi, “Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya

padamu.”

Pemenang membuat segala sesuatunya terjadi;

Pecundang membiarkan segala sesuatunya terjadi.

Hidup adalah soal pilihan. Kita mendapatkan apa yang kita pilih. Hidup kita hari ini adalah hasil dari pilihan yang kita buat kemarin. Dan hidup kita esok adalah hasil dari pilihan yang kita buat hari ini.

Sekarang, mari kita putuskan apa yang akan kita pilih:

Hadapi kenyataan, berubah dan meningkatkan kehidupan kita. Atau Habiskan waktu untuk menyalahkan dan mengeluh tentang segala hal ?

Dan kalau tersaji pilihan : Menjadi Pemenang atau Pecundang. Kita pilih yang mana?

Saya yakin bahwa kita semua akan memilih yang pertama, meskipun terkadang tidak segampang itu. Namun, kita tetap harus memilih apa yang ingin kita capai dalam hidup kita.

Kita harus memilih, menjadi seorang juara (victor) atau korban (victim), pemenang atau pecundang. Begitu kita mengambil keputusan, secara bertahap perubahan akan terjadi dalam hidup kita.

Sekarang, mari kita berjanji pada diri sendiri. Bila mendapati diri kita mulai mengeluh

dan menyalahkan situasi atau orang lain, ingat untuk menghardik diri sendiri, “STOP!”

Ambil napas yang dalam sejenak, analisa situasi, paparkan alternatif solusi yang kita

miliki, ambil keputusan dan mulailah melangkah menuju solusinya.

kisah si buku polos

Lembaran kertas putih merasa tak nyaman ketika baru saja keluar dari
pabrik. Ia merasa bingung dengan kenyataan dirinya. Tidak ada garis,
tulisan, atau warna apa pun kecuali putih. Tapi, wujudnya berbentuk buku
seperti yang lain.
“Kok aku beda?” tanya si buku polos ke lembaran buku tulis yang lain.
“Beda?” sergah salah satu buku tulis bergaris. “Iya. Coba perhatikan, kamu
tercetak dengan garis-garis teratur. Ada yang kotak-kotak. Yang lainnya lagi
bahkan ada yang tertulis dengan huruf berwarna disertai kartun lucu,” ucap
buku polos bersemangat. “Sementara aku? Boro-boro kartun lucu, satu garis
pun tak ada yang hinggap!” tambah si buku polos menggugat.
“Jadi, kamu tak terima?” tanya buku bergaris teratur, lembut. “Tentu saja!
Ini tidak adil!” sergah si buku polos begitu spontan.
Semua terdiam. Semua jenis buku tulis mulai ambil jarak dengan buku polos.
Mereka khawatir kalau ketidakpuasan bukan sekadar gugatan, tapi berubah jadi
tindakan. Hingga…
Seorang anak manusia mengambil buku polos dengan tangan kecilnya. Lembaran
buku tak bergaris dan berwarna itu pun dipandangi sang anak begitu tajam.
Entah apa yang dilakukan, beberapa menit kemudian, buku polos itu tak lagi
putih sepi. Ia sudah berubah menjadi halaman penuh warna. Ada goresan merah,
hijau, biru, kuning, dan berbagai perpaduan warna lain.
Ketika buku itu ditinggalkan sang anak, beberapa buku lain datang
menghampiri. Semua terperanjat. Karena lembaran yang semula polos, kini
berubah menjadi bentuk lukisan penuh warna. “Aih indahnya!” gumam semua buku
tulis begitu kagum.
Saat itulah, sang buku polos sadar. Selama ini, ia salah. Kepolosannya tanpa
garis bukan bentuk penghinaan terhadap dirinya. Bukan juga ketidakadilan.
Tapi, karena ia akan menjadi wadah berbagai goresan warna seni yang akan
membentuk karya indah. “Ah, aku ternyata buku gambar!” ucap si buku polos
akhirnya. **
Hidup ini penuh warna. Hampir tak ada yang sama pada ciptaan Allah.
Walaupun, masih sama-sama manusia. Ada yang kaya, cukup, dan kurang. Ada
yang cantik, tampan; ada pula yang biasa saja. Ada yang berhasil dan sukses,
tidak sedikit yang merasa gagal.
Tidak jarang, seorang anak manusia mengambil pandangan dari sudut yang
sempit. Bahwa, kegagalan adalah sebuah ketidakberdayaan. Bahwa, belum
tampaknya peluang-peluang berkarya adalah ketidakadilan. Hingga, jauhnya
jodoh buat para lajang merupakan sebuah hukuman.
Cermati dan pelajari. Karena boleh jadi, di balik kegagalan ada rahasia
kesuksesan. Di balik sempitnya peluang, ada ujian kemampuan. Di balik lajang
yang berkepanjangan, ada pendidikan kemandirian. Dan di balik kertas polos,
ada peluang warna-warni keindahan goresan kehidupan.
(muhammadnuh@eramuslim.com)

tips hidup dalam 24 langkah… sekedar share

  1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
  2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
  3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
  4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
  5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
  6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
  7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
  8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula.
  9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
  10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
  11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
  12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
  13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
  14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
  15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya.
  16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
  17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
  18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
  19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
  20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
  21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
  22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.
  23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
  24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.

dari dudung net

uang jajan

Tulisan Dewi Lestari d blognya mengingatkan saya pada masa TK dan SD. Apalagi masalah uang jajan.

Inilah sejarah uang jajan saya, mulai dari TK sampai kelas 6 SD

TK : tahun 1993, saya biasanya dikasih jajan 100 perak. Kalau orangtua lagi baik hati biasanya dikasih 200 perak, atau saya bisa juga mendapat uang ekstra dari kakek dan nenek, hehe. Koin 100 sangatlah berharga, saya pernah menangis di sekolah, karena kehilangan si koin seratus. Saya masih ingat, ada 3 varian uang cepek, ada yang koin rumah gadang, warna perak, yang tipis, ada yang tebal, dan uang seratusan warna merah, gambar rusa. Biasanya uang tersebut tidak dibelanjakan, tapi ditabung di celengan. Soalnya dulu di sekolahan biasanya sudah disediakan makanan untuk tiap murid.

Kelas 1 SD : tahun 1994, biasanya dikasi 200 perak, 100 untuk ongkos naik bendi (delman). Hmmm..naik bendi, sudah lama saya tidak naik bendi hehe.., Rp.50 untuk jajan kerupuk talas+kuah+mie, Rp. 50 untuk beli es. Atau Believe or not, di sekolah saya ada yang jual sate Rp.100 perak satu porsi kecil.

Kelas 2 SD : tahun 1995 masih sama dengan kelas 1, masih 200 perak. Jajanannya masih sama lah, tapi terkadang 100 rupiah langsung saya habiskan untuk membeli  sarimie. Dimakan ga pakai kuah. Tinggal diremuk, diisi bumbu, dikocok, dan yummmy. Atau kadang-kadang saya rela tidak jajan, agar bisa membeli poster Ksatria Baja Hitam RX, atau sarung tangan RX sepulang sekolah.

Kelas 3 SD : tahun 1996 dikasih jajan 500 perak. Pasti ada yang ingat anekdot tentang uang 500 , gambar orangutan… .hehe…Kelas 3, Sudah mulai jaman sekolah sampai jam 13.45. Jam istirahatnya 2 kali, tapi biasanya saya sudah kehabisan jajan mulai dari istirahat pertama, untunglah ibu saya selalu menyisipkan bekal di tas saya. Saya masih ingat, saya selalu membawa tempat minum hingga kelas 4 SD. Biasanya sore ditambah 250, untuk bekal latihan badminton.

Kelas 4 SD : tahun 1997 jajanan masih 500 perak, dan masih bawa bekal ke sekolah, jajanan sudah mulai banyak dan bervariasi. Mulailah saya mengenal martabak telor, baso dan tahu tusuk, fuyam (tepung yang dikasih bumbu), biasanya dipadu dengan es teh 100 rupiah.

Kelas 5 SD : tahun 1998, inflasi, semua harga mahal, tapi uang jajan saya malah deflasi menjadi 1000. Variasi jajanan masih mirip dengan sebelumnya, tapi mulai ada mie remez. Tapi saya mulai ingin membeli mainan seperti punya teman-teman, yaitu mobil yang bisa bertransformasi jadi robot, pengaruh film kartun transformer di RCTI. Saya mulai memutar otak. Akhirnya saya mencari obyekan dari kakek  saya. Tiap malam setelah belajar, saya memijit-mijit kaki kakek saya,dan dikasi 1000 atau kadang-kadang 2000 lumayan. Kakek saya memang baik hati dan suka memberi  uang saku, bahkan sampai saat ini.

Kelas 6 SD : tahun 1999, karena saya mulai les, uang jajan nambah 500, kadang-kadang 1000. Tapi biasanya dapat saya hemat, caranya dengan naik sepeda ke tempat les.

So, bagaimanakah cerita uang jajan kawan2?hehe

regards

takhukah anda, nokia 1100 bisa bobol tranfer online

http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2009/04/22/brk,20090422-171772,id.html

Nokia Jadul Diburu Orang karena Bisa Membobol Bank

Rabu, 22 April 2009 | 07:18 WIB

TEMPO Interaktif, Helsinki: Ini mungkin hanya sekali dalam sejarah. Nokia jadul tipe 1100 dijual di sebuah forum online seharga US$ 32.413 (sekitar Rp 353 juta). Ponsel ini bukan ponsel Nokia biasa. Peranti ini dibuat di pabrik lama Nokia di Bochum, Jerman. Konon ponsel ini telah dimodifikasi oleh hacker sehingga mereka bisa membobol layanan transfer online. Demikian laporan yang dilansir perusahaan Belanda Ultascan Advanced Global Investigations.

Nokia mengatakan mereka tak peduli dengan harga ponsel yang dijual kembali dengan harga melambung. Ponsel ini sendiri diproduksi pada 2003 dan dulu saat baru dijual dengan harga di bawah sejuta rupiah.

“Kami tak mengidentifikasi adanya masalah dalam software ponsle kami terkait kasus itu,” demikian tulis siaran pers Nokia baru-baru ini.

Nokia 1100 telah dapat diprogram sehingga bisa dipakai untuk menelepon dengan menggunakan nomor orang lain serta menerima pesan pendek. Kemampuan inilah yang dieksploitasi oleh para hacker untuk membobol bank.

Di negara seperti Jerman, biasanya bank mengirimkan sebuah mTAN (Mobile Transaction Autentification Number atau pesan nomor otentifikasi) ke ponsel. Nomor inilah yang digunakan sebagai kata sandi untuk masuk ke situs bank. Orang yang hendak mentransfer uang menggunakan nomor ini. Nomor mTAN ini biasanya hanya digunakan sekali.

Para pembobol bank memanfaatkan kemampuan Nokia 1110 yang bisa “membajak” pesan pendek orang lain untuk membobol bank. Namun, Nokia mengaku tak tahu menahu soal ini. Setiap ponsel, katanya, telah memiliki mekanisme pengamanan hanya bisa menggunakan nomor SIM (Subscriber Identity Module) Card tertentu. Mekanisme pengamanan ini terpisah dari ponsel.

Nokia menambahkan, meman ada layanan dari operator yang bisa menyembunyikan nomor SIM Card atau mengalihkan panggilan. Biasanya itu dilakukan dengan menggunakan server proxy, server yang membajak hubungan antara penerima dan pengirim.

“Cara ini memungkinkan satu nomor SIM Card “dibajak” oleh beberapa ponsel,” kata Sean Sullivan, konsultan keamanan dari F-Security, perusahaan asal Finlandia, seperti dikutip IDG News Service. “Nokia 1110 dapat dimodifikasi untuk membajak panggilan atau pesan pendek,” katanya.

Detail bagaimana modifikasi Nokia 1110 itu yang sampai sekarang belum diketahui, tutur Frank Engelsman dari Ultrascan. Seorang perempuan asal Finlandia setelah membaca artikel ini mengirimkan ponsel lamanya untuk diuji. Namun, belum diketahui hasilnya.

Sementara itu, sebuah situs asal Belanda portablegear.nl menulis bahwa ada yang mencoba membuat iklan palsu dengan melelang ponsel Nokia 1110 dengan harga fantastis dan banyak orang yang tertarik ingin membelinya.

Nokia telah memproduksi 200 juta ponsel untuk jenis 1100. Mereka tak tahu berapa banyak ponsel jenis ini yang diproduksi di Bochum, Jerman.

BS

TPS dan petuga pelipat kertas suara

Sepanjang hidup saya mempergunakan hak pilih saya sebagai seorang warga negara Indonesia, baru kali ini TPS menjadi tempat yang penuh warna, tempat dimana saya menemukan cerita-cerita lucu. Cerita yang dibandingkan dengan 4 (empat) tahun lalu tidak seunik saat ini.

Pagi itu, tanggal 09 April 2009, sambil menikmati embun pagi dan bau tanah basah, ditemani kedua anjing tercinta saya, Lady dan Whitey, saya berdebat dengan diri saya sendiri, apakah saya ingin menggunakan Hak Pilih saya atau memilih menjadi Warga GolPut. Mungkin karena suasana pagi dan tempat TPS yang hanya dihiasi kursi-kursi yang masih kosong, akhirnya saya memutuskan menggunakan Hak Pilih saya.

Alasannya sederhana, agar saya bisa memprotes jika negara ini dijalankan tidak sesuai dengan janji-janji yang telah diberikan.

Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi, matahari masih malu-malu menunjukkan sinarnya ketika saya berjalan ke lokasi TPS, tempat dimana saya memberikan suara saya.

Dalam perjalanan menuju lokasi TPS, tiba-tiba telinga saya menangkap serombongan anak kecil berceloteh

Cerita Pertama

Anak I : “Gue pikir TPS itu seperti apa tempatnya, nggak tahunya cuma begitu aja ya.”
Anak II : “ Iya, dindingnya dari kaleng lagi.”
Anak III : “ Gue males ah nemenin nyokap gue disana.”
Anak IV : “Main sepeda aja yuk, biarin aja orang tua pada milih.”

Tiba-tiba saya disapa oleh si Abang, anak tetangga saya yang masih duduk di kelas 3 SD

Abang, “Tante … tante mau nyoblos ya ?”
Saya , “Bukan nyoblos Abang, tapi contreng.”
Abang, “Tante mau nyontreng siapa ?”
Saya, “Rahasia dong Bang, menurut Abang, Tante harus milih siapa ?”
Abang, “Tante harus contreng Demokrat ya, ingat lho Demokrat.”

Saya jadi tersenyum mendengar pesan si Abang, setelah sebelumnya saya dititipi untuk memilih teman yang menjadi caleg dari Partai A dan B, kali ini saya malah dititipi pesan sponsor dari si Abang, yang ada di rombongan peninjau TPS.

Ketika saya tiba di lokasi TPS, ternyata petugas masih sibuk memilah-milah surat suara yang lumayan banyak.

Makan waktu sekitar 30 menit kemudian barulah waktu memilih dibuka dengan Assalamualaikum, diiringi permintaan maaf, bahwa waktu untuk memilih terpaksa harus mundur sekitar 1 jam. “Maklum Bapak/Ibu, surat suaranya banyak sekali, mudah-mudahan 4 tahun lagi, mereka yang partai kecil sadar, nggak usah bikin partai lagi.”kata si Ketua TPS

Benar-benar kalimat pembuka yang ampuh, kontan para pemilih berkomentar menanyakan bagaimana cara mencontreng.

“Bapak/Ibu, mumpung masih ada waktu sedikit, silakan melihat-lihat gambar caleg dari partai-partai yang ada, supaya bisa mencontreng dengan yakin.”kata si Ketua menimpali

Tanpa diberi aba-aba lagi, para Bapak/ibu yang sudah masuk kategori “Dewasa” tadi, langsung menyerbu ke papan tempat dimana foto para caleg terpampang.

“Ah …sudahlah, kalau susah, contreng saja partainya. Atau cap-cip-cup saja nama orang dari Partai yang kita pilih,” terdengar suara seorang Bapak. “Ayo Pak, kita mulai saja deh, daripada tambah pusing,” sahut seorang Ibu-ibu

Dan sambil menunggu giliran saya, inilah hasil rekaman saya :

Cerita Pertama

Si Anak : “Papa .. aku boleh nyontek Papa nggak ? Aku sama Papa aja deh contrengnya, boleh
nggak ?
Si Ayah : “Lho, nggak boleh dong sayang. Kamu harus milih sendiri.”
Si Anak : “Aku bingung nih Pa, aku nggak tahu harus contreng yang mana.”

Cerita Kedua

Si Istri : “Ingat lho Mas, kalau bisa contreng Partai Anu ya Mas.”
Si Suami : “Iya ..sudah saya mau contreng dulu.”

Tiba-tiba ketika suami sedang di Bilik Suara, si Istri datang …

Si Istri : “Mas ..lihat dong pilihannya, biar aku nggak salah”
Si Suami : “Hus …sana, balik ke tempatmu. Sudah .. kamu milih sendiri”

Cerita Ketiga

Istri, “Pak..aku koq deg-deg-an ya .., aku boleh nyontrengnya deket kamu nggak ?
Suami, “Ya sudah, sini di belakangku saja, Bu.”

Saat sedang mencontreng

Istri, “Pak, tolong periksa kertasku, bener nggak aku nyontrengnya. Milih yang ini kan ?
Suami, “Iya sudah, nggak usah aku periksa lagi, sudah bener koq Bu.”

Cerita Keempat

Ibu-ibu, “Pak ..aku koq nggak bisa ngelipetnya sih. Heran ini bagaimana sih yang bikin suratnya, koq susah banget sih.”
Petugas TPS, “Susah ya Bu, sini saya bantuin lipat. Saya petugas pelipat kertasnya.”

Tak lama kemudian, terdengar suara ketua TPS :

“Bapak/Ibu, kalau kesulitan untuk melipat kertas suaranya, kami sudah menyediakan petugas khusus pelipat kertas suara.”

Akhirnya tibalah giliran saya a.k.a cerita penutup :

Saya, “Pak, ada ballpoint lain Pak ?”
Petugas TPS, “Lho, kenapa Bu, ballpointnya macet disana ?”
Saya, “Bukan Pak, tapi karena saya kidal, bapllpointnya kan diikat, talinya tidak sampai Pak, saya nggak bisa nyontrengnya Pak.”
Petugas TPS, “Hahahaha….ada yang punya ballpoint merah nggak ? Harus warna merah lho.” Ini Bu, pakai yang ini saja dulu.”

Akhirnya saya pun menggunakan Hak Pilih saya dengan ballpoint warna merah …..

Saya pun pulang ke rumah, mensyukuri keputusan saya menggunakan Hak saya sebagai seorang warga negara sehingga bisa menikmati sejumput cerita di Balik Bilik TPS.

entahlah ,, sepertinya humor

Bila boss tetap pada pendapatnya,
itu berarti beliau konsisten.
Bila staff tetap pada pendapatnya,
itu berarti dia keras kepala !

Bila boss berubah-ubah pendapat,
itu berarti beliau flexible.
Bila staff berubah-ubah pendapat,
itu berarti dia plin-plan !

Bila boss bekerja lambat,
itu berarti beliau teliti.
Bila staff bekerja lambat
itu berarti dia tidak ‘perform’ !

Bila boss bekerja cepat,
itu berarti beliau ’smart’.
Bila staff bekerja cepat,
itu berarti dia terburu-buru !

Bila boss lambat memutuskan,
itu berarti beliau hati-hati.
Bila staff lambat memutuskan,
itu berarti dia ‘telmi’ !

Bila boss mengambil keputusan cepat,
itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staff mengambil keputusan cepat,
itu berarti dia gegabah !

Bila boss terlalu berani ambil resiko,
itu berarti beliau risk-taking.
Bila staff terlalu berani ambil resiko,
itu berarti dia sembrono !

Bila boss tidak berani ambil resiko,
itu berarti beliau ‘prudent’.
Bila staff tidak berani ambil resiko,
itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

Bila boss mem-by-pass prosedur,
itu berarti beliau proaktif-inovatif.
Bila staff mem-by-pass prosedur,
itu berarti dia melanggar aturan !

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti beliau waspada.
Bila staff curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti dia negative thinking !

Bila boss menyatakan : ” Sulit “
itu berarti beliau prediktif-antisipatif.
Bila staff menyatakan : ” Sulit “
itu berarti dia pesimistik !

Bila boss menyatakan : ” Mudah “
itu berarti beliau optimis.
Bila staff menyatakan : ” Mudah “
itu berarti dia meremehkan masalah !

Bila boss sering keluar kantor,
itu berarti beliau rajin ke customer
Bila staff sering keluar kantor,
itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss sering entertainment,
itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staff sering entertainment,
itu berarti dia menghamburkan anggaran !

Bila boss tidak pernah entertainment,
itu berarti beliau berhemat.
Bila staff tidak pernah entertainment,
itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !

Bila boss men-service atasan,
itu berarti beliau me-lobby.
Bila staff men-service atasan,
itu berarti dia menjilat !

Bila boss sering tidak masuk,
itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staff sering tidak masuk,
itu berarti dia pemalas !

Bila boss minta fasilitas mewah,
itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staff minta fasilitas standar,
itu berarti dia banyak menuntut !

Bila boss membuat tulisan seperti ini,
itu berarti beliau humoris.
Bila staff membuat tulisan seperti ini,
itu berarti dia :
- frustasi
- iri thd karir orang lain
- negative thinking
- provokasi
- tidak tahan banting
- barisan sakit hati
- berpolitik di kantor
- tidak produktif
- tidak sesuai dengan budaya perusahaan

Sumber : berbagai sumber

pada zaman saya mahasiswa dulu..(kapan?????)

Pada zaman saya masih mahasiswa dulu ( sekarang sebenarnya pun masih), ketika saya sudah duduk di tingkat akhir ada saja orang yang bertanya sambil lalu: “Kapan sidang?” (maksudnya tentu kapan sidang Tuags Akhir alias TA alias skripsi)

Pertanyaan yang sejenis juga muncul ketika saya mudik ke kampung kala lebaran. Tetangga, guru, atau teman-teman di Padang juga sering bertanya begini: “Kapan wisuda?” Heran saya ini, apakah mereka menghitung tahun kuliah saya sehingga tahu saja kalau saya sudah tingkat empat? :-)

Setelah wisuda, maka pertanyaan selanjutnya pun muncul: “Kapan kerja?”

Setelah saya mendapat pekerjaan (PNS, sebuah profesi yang tidak diminati lulusan ITB), maka pertanyaan menggoda berikutnya adalah: “Kapan married?” (entah kenapa banyak orang zaman kini yang lebih senang menggunakan istilah married ketimbang nikah atau kawin).

Gengsi kali ya kalau menggunakan kata nikah atau kawin. Bagi yang belum menikah atau belum dapat jodoh mungkin akan pusing dengan pertanyaan “sensitif” seperti ini.

Okelah, setelah berhasil menikah, maka pertanyaan berikutnya datang bertubi-tubi: “Kapan punya anak?” Oalahhhhhh, pertanyaan apa lagi yang bakal muncul setelah punya anak? Dalam hidup kita ini, kita akan sering menghadapi pertanyaan kapan, kapan, dan kapan itu? Kapan sidang? Kapan wisuda? Kapan kerja? Kapan nikah? Kapan punya anak? dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan kapan berikutnya: kapan? kapan? (seperti bunyi iklan sebuah rokok saja). Teman saya yang belum berhasil punya anak mungkin sudah kebal (atau sebal) dengan pertanyaan yang terakhir itu. Dalam hati mungkin ia menjawab begini: kalau saya tahu kapan tentu sudah lama saya jawab. Emangnya saya Tuhan bisa tahu kapan punya anak? He..he.. Jawaban asal bunyi terhadap semua pertanyaan kapan itu sebenarnya mudah saja: “Kapan-kapan!” atau yang lebih diplomatis: “ASAP (as soon as possible) Nah, mati kutu itu orang yang bertanya soal kapan dan kapan. Umumnya kita mahfum bahwa kebanyakan pertanyaan soal kapan dan kapan itu adalah pertanyaan iseng belaka, sekadar basa-basi atau sekadar ramah tamah saja dari orang-orang yang bertemu dengan kita. Seakan-akan tidak ada pertanyaan lain yang lebih penting selain soal kapan itu.

Di Barat sana, bertanya soal kapan di atas apalagi yang menyangkut urusan pribadi (kapan nikah, kapan punya anak, dll) dianggap tidak sopan. Itu hak privasi, orang lain tidak etis bertanya tentang kapan dan kapan. Namun kalau kita menyelami lebih jauh dan berpikir positif, seharusnya kita bersyukur dengan pertanyaan soal kapan dan kapan itu. (Pertanyaan) itu pertanda bahwa orang-orang di sekitar kita masih memperhatikan diri kita. Kita masih dianggap ada dan masih dianggap merupakan bagian dari kehidupan mereka. Ini adalah wujud tanda perhatian dan kasih sayang dari sesama manusia. Bersyukurlah masih banyak orang yang memperhatikan kita. Bersyukur kita masih hidup dalam budaya Timur yang ramah, beda dengan masyarakat Barat sana yang individualis. Jadi, menghadapi pertanyaan kapan dan kapan itu, kita tidak perlu merasa jengah atau terganggu. Nikmati saja semua pertanyaan itu dan jawab kembali dengan ramah. Meski saya sudah bisa menjawab lima pertanyaan kapan di atas, sekarang ini pertanyaan soal kapan kembali muncul terkait studi S3 saya. Seperti kemaren dan tadi siang, seorang rekan senior bertanya: “Kapan sidang?” (he..he , saya tahu ini basa basi saja) Saya jawab sambil tersenyum: “maunya saya sih besok, Pak”. Nah lho…

baru , pernikahan cyber

Keterpisahan ruang dan waktu rupanya tak menghalangi keabsahan ritual sakral itu. Di upacara tersebut, sang mempelai lelaki (’aris), Ahmad Jamil Rajab (26) berada di Amerika, sementara sang mempelai perempuan (’arusah), Wafa Suhaimi (24) berada di Jeddah. Ahmad dapat melihat pihak mempelai perempuan, wali, saksi, dan keluarganya dari layar web-cam yang dibesarkan oleh LCD (proyektor), demikian juga sebaliknya. Rukun-rukun dan syarat nikah pun dinyatakan terpenuhi. Akad ijab kabul juga telah disahkan. Kedua mempelai pun dinyatakan resmi sebagai suami istri. Orang-orang yang hadir dalam upacara sakral itu tampak sumringah dan berwajah cerah. Pendar senyum kebahagiaan juga memancar dari raut wajah kedua belah pihak: orang tua mempelai lelaki, orang tua mempelai perempuan, para kerabat mempelai, dan juga petugas KUA Saudi. Akhirnya Aku Menemukannya Sang mempelai lelaki, Ahmad, adalah seorang mahasiswa program studi Magister pada Universitas Marry Mont di Negara Bagian Virginia, Amerika. Sebelumnya, Ahmad mengutarakan maksud hatinya untuk menikahi tunangannya, Wafa kepada keluargaya. Mereka pun menyetujuinya. Namun, di tengah-tengah proses menuju pernikahan itu, Ahmad menemukan kesulitan dalam masalah visa. Orang-orang Saudi kerap menapatkan kesulitan visa masuk ke Amerika. Ahmad pun mengkhawatirkan hal ini akan menimpa dirinya. Sebab, jika ia tidak dapat kembali ke Amerika, masa depan akademiknya yang akan hancur. Ahmad pun mengutarakan rencana pernikahan via cyber. Mulanya, pihak keluarga Ahmad menolak karena mamandang upacara pernikahan model demikian tidak sah secara hukum agama. Namun pada akhirnya, setelah berkonsultasi dengan beberapa pemuka agama, mereka pun menyetujuinya. “Mulanya mereka menolak pernikahan via cyber-internet. Namun, setelah beristisyarah kepada pemuka agama, mereka pun menyetujuinya. Akad nikah dan talak melalui telpon saja diperbolehkan, apalagi melalui cyber-net yang ruangnya jauh lebih luas lagi,” ungkap Ahmad sebagaimana dikutip Islamonline (22/2). “Alhamdulillah, pernikahan pun dapat dilangsungkan. Akhirnya saya dapat menemukan belahan jiwa saya, dan kami pun dapat resmi menjadi suami istri,” tambah Ahmad. Di pihak lain, sang mempelai perempuan, Wafa, pada mulanya juga enggan untuk melangsungkan pernikahan via cyber. Namun, setelah ia mengetahui kondisi calon mempelai suaminya yang tak memungkinkan untuk dapat datang ke Saudi, ia pun beristikharah kepada Allah, dan pada akhirnya mendapatkan kematapan hati. “Dan akhirnya, saya pun menyetujui untuk melangsungkan acara pernikahan via cyber,” ungkapnya. Hukumnya Boleh dan Pernikahannya Sah Sementara itu, sang penghulu (al-ma’dzun as-syar’i) pernikahan unik itu, Syaikh Adil ad-Damari, mengaku baru pertamakalinya menghulu acara pernikahan semacam ini. “Ini benar-benar yang pertamakali, dan benar-benar unik,” katanya. Ad-Damari mengatakan, terkait hukum pernikahan demikian, ia bersandar kepada hadits nikah muwakkal atau juwaz bil wikalah (nikah yang diwakilkan). Menurut hukum Islam, pernikahan yang diwakilkan itu sah. Hal tersebut dipraktekkan Nabi saw ketika menikahi Ummu Habibah yang sedang berada di Habasyah (Etiopia), dan diwakili oleh Amru bin Umayyah Adhdhomari dan maharnya dari Najashi penguasa Habasyah (HR. Abu Daud). Pada saat dilangsungkannya acara pernikahan itu, Yusuf, sang kakak kandung Ahmad, berada di tempat pihak mempelai perempuan di Jeddah. Ad-Damari pun meniatkan untuk menjadikan Yusuf sebagai wakil dari Ahmad. Syaikh Dr. Muhammad an-Najimi, salah seorang anggota Dewa Fikih Islam (Majma’ al-Fiqh al-Islami) Saudi Arabia juga menilai hukum perniakhan “mode baru” ini adalah boleh dan sah. “Pernikahan model demikian hukumnya sah,” jelasnya. (atj cairo/iol/em)