mungkinkah aceh bebas ganja?

BANDA ACEH – Cara baru sedang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas peredaran narkoba, terutama ganja di bumi Aceh. Jika selama ini yang dilakukan adalah memberangus ladang-ladang ganja, kini bukan hanya itu, tapi juga mulai menggunakan alternative development (AD).

Cara AD tersebut telah berhasil diterapkan di Thailand saat Negeri Gajah Putih itu gencar memberantas opium. Menurut Komjen (pur) Alwi Luthan, project officer AD, pihaknya menyadari, jika sekadar memberantas, itu disebut pemiskinan masyarakat. “Kami ingin mengentas masyarakat dari kemiskinan. Orang miskin itu disuruh apa saja mau, termasuk menanam ganja,” katanya di Banda Aceh kemarin (23/5). Di Thailand, metode AD sukses diterapkan setelah 30 tahun berjalan.

Sudah sejak setahun ini mantan Dubes Indonesia di Meksiko tersebut sibuk dengan metode AD itu. Metode tersebut adalah memberikan mata pencaharian dan kegiatan alternatif kepada mereka yang selama ini menjadi peladang ganja karena tak punya pilihan. “Kami menengarai peladang miskin itu selama ini hanya dimanfaatkan cukong, pemodal, untuk menanam ganja. Itulah yang coba kami hentikan,” tegasnya.

Petani itu hanya menerima Rp 50 ribu per kg ganja basah. Padahal, jika sudah sampai Jakarta, ganja tersebut mencapai Rp 2,5 juta per kg.

Dengan metode AD, petani diberi modal, keahlian, dan kesempatan untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi tinggi seperti jahe merah atau memelihara binatang-binatang ternak.

Pilot project AD telah dilakukan di Lamteuba, Aceh Besar, dan diharapkan akan terus menjalar ke kantong-kantong penghasil ganja di Aceh. Hari ini misalnya, upaya serupa diaplikasikan di Kuta Malaka, Aceh Besar. Bentuknya adalah penghijauan kembali lahan-lahan kosong bekas ladang ganja dengan pohon jenis mahoni. (naz/kum)

http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=343198

Leave a Reply