presiden iran mau diculik???

Gagal, Rencana Penculikan dan Pembunuhan Presiden Iran di Irak
Sumber : http://swaramuslim.com/berita/more.php?id=5534_0_12_0_M

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengungkapkan rencana penculikan dan upaya pembunuhan yang gagal terhadap dirinya saat melakukan kunjungan ke Irak bulan Maret yang lalu.

Berbicara dalam pertemuan pada ulama di kota Qom, Ahmadinejad mengatakan bahwa ia lolos dari rencana pembunuhan dan penculikan itu karena secara mendadak jadwal acaranya selama di Irak diubah. Menurut Presiden Ahmadinejad, mereka yang membuat rencana jahat itu sangat terkejut karena mereka mendengar perubahan jadwal itu setelah dirinya sudah meninggalkan Irak. Ia juga mengatakan bahwa rencana itu diketahui berdasarkan informasi intelejen.

“Dari informasi intelejen yang bisa dipercaya, musuh-musuh Iran telah membuat plot untuk menculik dan membunuh pelayan bangsa Iran selama kunjungannya ke Irak, ” kata Ahmadinejad dalam pidatonya.

Ia melanjutkan, “Tapi dengan perubahan satu dari dua acara yang sudah kami jadwalkan, kekuatan mereka goyah. Mereka baru tahu ketika kami sudah meninggalkan Irak.”

Pernyataan Ahmadinejad ini didukung oleh keterangan seorang pejabat keamanan senior Irak yang ikut melakukan pengamanan selama kunjungan Presiden Iran itu ke Irak. Ia mengatakan, Presiden Ahmadinejad sudah merencanakan untuk berkunjung ke kota Karbala, kota Syiah di selatan Irak dan kota Najaf. Tapi rencana kunjungan itu dibatalkan karena kekhawatiran akan keselamatan Presiden Ahmadinejad. Tidak disebutkan siapa “musuh” yang disebut-sebut membuat rencana menculik dan membunuh Presiden Iran itu.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad adalah kepala negara pertama yang berkunjung ke Irak sampai dua hari. Selama ini, para pejabat dari Inggris dan Amerika hanya berani berkunjung ke Irak dalam jangka waktu beberapa jam saja dan tidak berani menginap.

Mungkin itulah perbedaan antara orang yang benar, dan orang yang telah banyak melakukan kesalahan. Seperti kata pepatah, berani karena benar, takut karena salah. (ln/presstv/al-arby/eamuslim)

Israel Gelar Latihan Perang untuk Serang Iran, Kerahkan Ratusan Pesawat Tempur
Israel diam-diam menggelar latihan perang awal bulan Juni kemarin. Informasi ini diungkapkan oleh sejumlah pejabat militer AS pada surat kabar The New York Times. Mereka mengklaim latihan perang itu dilakukan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu harus melakukan serangan ke Iran.

Masih menurut sumber di kemiliteran AS, dalam latihan perang yang dilakukan di kawasan timur Mediterania dan Yunani pada minggu pertama bulan Juni kemarin, Israel mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur jenis F-16 dan F-15. The New York Times menulis, latihan itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas militer Israel dalam melakukan serangan-serangan jarak jauh dan untuk menunjukkan keseriusan Israel terhadap masalah program nuklir Iran.

Seorang pejabat senior di Pentagon yang tidak mau disebut namanya dan diberitahu tentang pelaksanaan latihan perang itu mengatakan, rezim Zionis Israel ingin menegaskan pada AS dan negara-negara lainnya bahwa Tel Aviv siap untuk melakukan aksi militer ke Iran jika upaya diplomatik untuk menyelesaikan persoalan nuklir Iran gagal.

“Mereka (Israel) ingin kami tahu, mereka ingin Eropa tahu, dan mereka ingin Iran tahu, ” kata pejabat senior tadi. Menurutnya, Israel juga telah menunjukkan sinyal-sinyal siap berperang dalam tingkat yang berbeda-beda.

AS dan Israel memang tidak peduli dengan berbagai laporan yang menyatakan bahwa tidak ada bukti Iran diam-diam sedang membuat senjata nuklir lewat program nuklirnya. AS dan Israel tetap menginginkan fasilitas-fasilitas nuklir milik Iran dihancurkan dengan aksi militer, jika Negara Para Mullah itu tidak mau menghentikan aktivitas nuklirnya.

Deputi Perdana Menteri Israel Shaul Mofaz dalam wawancara dengan surat kabar Yediot Aharonot tanggal 6 Juni lalu mengatakan, “Menyerang Iran untuk menghentikan program-program nuklirnya tidak bisa dihindari.” Otoritas Israel menolak pernyataan Mofaz itu mewakili kebijakan Tel Aviv.

Republik Islam Iran tak gentar dengan ancaman-ancaman itu, dan tetap menegaskan bahwa program nuklir adalah hak segala bangsa dan program nuklir Iran bukan untuk kepentingan militer tapi untuk sumber energi.

“Kami tidak mau membual seperti rezim-rezim itu, tapi jika kami diserang, kami akan buktikan keberanian militer kami dengan melakukan pukulan yang akan menghancurkan musuh-musuh kami, ” kata Jenderal Hassan Firouz, kepala staff angkatan bersenjata Iran. (ln/presstv/al-araby/eramuslim)

Leave a Reply