sebuah perenungan dari emha ainun najib tentang hakekat manusia. penting di baca
Orang Biasa
Kita tidak butuh orang besar
Kita hanya butuh manusia
Manusia saja
Satu-satunya makhluk yang mengerti kejujuran
Yang memiliki konsep tentang kebenaran, kebaikan, keindahan
Anjing sangat jujur, tapi tak tahu apa-apa tentang kejujuran
Ayam sangat baik, tapi tidak punya kesadaran tentang kebaikan
Langit dan bumi sangat indah, tapi tak mengerti bahwa ia indah
Kita tidak memerlukan orang hebat
Kita hanya perlu orang biasa
Tak ada sarjana tak apa-apa
Asal perusakan Negara bias di-rem ala kadarnya
Tak ada pemimpin, baik-baik saja
Tak ada penguasa, syukur alhamdulillah
Tak perlu tokoh, public figure, atau ulama
Asalkan kebodohan dan berhala-berhala bisa dikurangi jumlahnya
Kalaupun terpaksanya tak ada sekolahan, oke-lah
Daripada perampok dan pengemis berhamburan di mana-mana
Menteri-menteri perlu belajar bertani
Wakil-wakil rakyat perlu mencari ilmu tentang rasa malu
Kaum intelektual berguru kepada kuli batu tentang keberanian hidup
Para pakar belajar kepada tukang becak bagaimana tidur
dengan punggung ditekuk
Para pejabat jangan berdiri dengan gagah, karena biaya untuk
membeli kaos kakinya saja diambilkan dari devisa para TKI
Orang pintar harus segera mempelajari kebaikan
Orang baik perlu ambil sikap untuk memusuhi kebodohan
Orang bodoh kenapa begitu krasan dengan kebodohannya
Orang alim biasanya angkuh dengan kebersihannya
Orang kotor lemparkan sampah ke baju klimis orang-orang bersih
Orang tinggi bersinggasana di puncak menara
Orang rendah panjatlah menara, sorong badan orang tinggi
agar tercampak ke tanah
Orang kaya semoga lupa diri agar orang miskin merampoknya
Orang miskin hendaknya bermalas-malasan tapi sombong
Karena tinggal kemalasan dan kesombongan yang tak usah beli di mall
Ah! Orang biasa.Orang biasa saja
Susahnya jadi orang biasa saja
Berjuang habis engkau untuk sekedar menjadi orang
Tetapi orang lain mengorangkanmu
Habis usia kalian belajar untuk sekedar menjadi rakyat
Tapi apakah Negara merakyatkan kalian
Ah! Sampai rakyat tak lagi rakyat
Sampai kalian bukan lagi kalian
Sampai engkau bukan lagi engkau
Sampaipun aku, apakah aku diriku
(Emha Ainun Nadjib/15 oktober 2003)
Filed under: indonesia, renungan, sekitar kita | Tagged: renungan




![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss.png)











hm ….