23 March 2009
Yang penting long…
Tebet, didengar oleh anggota tim presentasi yang mendadak ingin menjadi sutradara.
Lebih sensual metromini sih…
Di Plaza Indonesia, didengar oleh pengunjung yang tiba-tiba merasa bahwa Mpok Atik jauh lebih menggairahkan.
Ternyata tidak membantu…
kita coba tanya Kak X yuk! Kak, sunat itu enggak sakit kan?”
Keponakan: “Ya lumayan sakit sih sebenernya, soalnya kan…”
Ibu muda: “Tuh khaan, Mama bilang juga apa…” (sambil cepat-cepat
menarik tangan anaknya menjauh).
Sebuah resepsi di Jakarta, didengar seorang anggota keluarga lain yang merasa kejujuran keponakan tidak terlalu dihargai dengan semestinya.
Saya rasa otopet bukan Harley…
Pelayan: “Sebelah sini mas.(sambil ikut mengantar)… Ukurannya apa mas?”
Calon Pembeli: “Kira-kira ukuran saya apa ya, mbak?”
Pertokoan di Jakarta, didengar oleh pelayan lain yang juga ikut mengira-ngira.
Keluar, terus masuk lagi, terus lahir lagi?
Cewek #2: “Eh, bokap lo tahun berapa lahirnya?”
Cewek #1: “‘53…”
Cewek #2: “Oooh… Kalo bokap gue ‘55.”
Cewek #3: “Wah jangan-jangan bokap kalian sama!”
Plaza Senayan, didengar oleh kedua teman yang merasa cewek #3 punya masalah berhitung.
Karena dia tidak pernah bolos les inggris…
Ibu-ibu #2: “Karena apanya bu?”
Ibu-ibu #1: “Dia tu yah… Udah ganteng, pinter main sulap, terus pinter bahasa inggris! hebat kan?”
Angkot 43, didengar oleh semua penumpang yang ingin melontarkan Crucio ke Ibu #1.
Emang pasti jadi rukun sih…
Mahasiswa #2: “Tentang kerukunan umat bersenggama…”
Didengar oleh dosen yang ingin memberikan pelajaran tambahan agama ke kedua mahasiswa itu.
Yang penting kan sopan mintanya!
Kakak: “Loe nyontek gak?”
Adik: “Nggak lah, aku cuma nanya kok!”
Ibu: “Nanya sama gurunya?”
Adik: (Tampang polos)”Sama temenku lah!”
Didengar oleh sekeluarga yang ingin menjelaskan bahwa konsep malu bertanya sesat di jalan kadang tidak bisa diaplikasikan.
Bukannya makin lama makin asoy?
Mangga Dua Mall, didengar oleh penjaga toko yang merasa kata sifat itu lebih pantas untuk pembicaranya.
Emang jaman modern sih, tapi kan…
Bapak-bapak: “Iya, di toko X itu.”
Anak Muda: “Wah bagus itu Pak, masa depan keluarga terjamin, kabar istri baik Pak?”
Bapak-bapak: “Saya belum nikah dek…”
Anak Muda: “Oh… Kalo gitu anaknya gimana Pak? Sehat? Wah, pasti sudah besar yah!”
Angkot M29, didengar oleh penumpang angkot yang lain yang tiba-tiba merasa bahwa ramah dan bodoh bedanya tipis.
Kalau malam berubah soalnya…
Didengar pengunjung yang yakin penjaga ini tidak akan menang main Winning Eleven.
Daaaan, manjur!
Siswi: “Ihhh, kok panjang banget ya! Wow, gua sampe takjub ngeliatnya!”
Sebuah SMA di Jakarta, didengar seluruh teman sekelas yang langsung bergosip.
Dan kamu seperti murid…
Murid SMA: “Eh, ini rumus, kaya rumus fisika ya?”
Didengar oleh teman sebangku yang bingung mau menjelaskan dimana mereka sedang berada.
Tapi yang ini bukan anti pornografi kan?
Cewek: “Ooohhh gampang… Ini nanti undang-undangnya diolesin mentega, dikasih lada boleh tapi dikit aja…”
Didengar oleh seseorang yang bingung mau melegalisasi hasil barbecuenya.
Logika yang sangat benar.
Anak Kecil #2: “Jangan, nanti aja 10 menitan lagi deh.”
Anak Kecil #1: “Kenapa?”
Anak Kecil #2: “Satu telur kan matengnya 3 menit, lu masak 5 telur 15 menit, masih lama donk.”
Anak Kecil #1: (Terdiam) “Oh iya ya, pinter kamu”
Kembangan, didengar oleh ayah anak kecil #1 yang berjanji akan memanggil guru les matematika
Sudah terlalu mendarah daging profesinya…
Stasiun Gambir, didengar oleh penumpang yang curiga semua pramugara sudah diganti dengan robot.
Kan kalo rumah, itu beda RT-nya? Harus bikin baru…
PNS #2: “OK mbak, account emailnya apa yah?”
PNS #1: “xxxxx@xx.xx”
PNS #2: “Wah, ga bisa nih mbak. Udah pernah di daftarin ya sebelumnya?”
PNS #1: “Iya sih, udah pernah. Tapi kan waktu itu di komputer yang di sebelah sana.”
Sebuah Departemen di Sudirman, didengar mahasiswi magang yang langsung mengerti mengapa birokrasi di Indonesia bisa kacau.
Anak kecil biasanya jujur…
Cewek: “Oh ya? Coba ngomong bahasa inggris sama aku!”
Sepupu 6 tahun: “BITCH!”
Senayan City, didengar oleh cewe yang ingin mencubit tapi tidak enak karena baru ditraktir ayah si sepupu.
Gundalina Putri Petir…
Pasar Cipadu, didengar pelanggan lain yang ingin mengisi batere handphonenya.
Itu makanan orang gede (berotak kecil?)
Bapak: “Jangan, kamu kan masih kecil.”
Halte Busway Sawah Besar, didengar penumpang lain yang memikirkan batas umur makan otak-otak.
16 March 2009
Cari berita kecil, barangkali?
Anak: “Channel apa, Ma?”
Ibu: “Itu, metromini…”
Didengar oleh anak yang jadi menunggu liputan perempatan CSW.
Yes, but you should not talk anymore…
Murid #1 dan #2: “Okay, m’am!”
Murid #1: “Hello, Kentucky Fried Chicken, may I help you?”
Murid #2: “Yes, do you have fried chicken?”
LIA Kalimalang, didengar seisi kelas yang langsung ingin berguling-guling di lantai.
Mungkin harusnya ada tanda kutip?
Cewek: “Iya itu kakak gua.”
Cowok: “Kok gak mirip?”
Cewek: “Iyalah, bukan kakak gua…”
Rumah Sakit di Jakarta, didengar oleh seseorang yang mempertanyakan siapa yang mau punya adik seperti cewek itu.
Sepertinya ada beberapa hal yang masih ketinggalan di luar kota.
Universitas Swasta di Jakarta, didengar oleh seisi ruangan yang langsung menunggu mahasiswi itu pergi lagi.
Oh, kalau sudah, bilang-bilang ya… *keluh*
Office Boy: “Maaf Pak, saya belum laper…”
Gedung Ariobimo Kuningan, didengar oleh karyawan lain yang terbahak-bahak melihat tampang bingung rekannya.
Makanya nama jangan pasaran…
Cewek #2: “Sama X.”
Cewek #1: “X yang mana ya, kan banyak yang namanya X di kampus?”
Cewek #2: “Itu lhoo, si X, X yang namanya sama kayak gua! Masa gak tau?”
Didengar oleh tukang fotokopi yang ingin mengopi sifat selebritis si cewek #2.
Mending pacarin gua aja, gimana?
Cowok: “Loe pikir gua gak bete dicurhatin loe terus?”
Kantor Media di Jakarta, didengar oleh seseorang yang merasa sedang menonton sinetron; live.
Tanpa suara lebih asik lagi…
Karyawan #2: “Kita acapella-an aja!”
Agensi iklan di Hang Lekir, didengar oleh seseorang yang ingin menjelaskan secara detil fungsi alat karaoke.
Habis itu pijet pakai Hino!
Cowok #2: “Iya, apalagi tadi gua kan mandi soluna, keringet pada keluar semua. Badan jadi enteng!”
Fitness First, Mega Kuningan, didengar oleh pengunjung lain yang merasa sedang dalam klub latihan debus.
Masih berbentuk pikiran kali!
Sepupu: “Ih iya, ada gua juga lho disini, ya ampun masih kecil banget… (hening lama, sambil membalik-balik halaman)… Loe-nya kemana sih, kok dari tadi gua liat gak ada di foto-foto kawinan bo-nyok loe?”
Tebet, didengar oleh si cewek yang merasa bahwa sepupu tidak mengerti norma punya anak seharusnya setelah nikah.
Jadi berasa diliatin gak sih?
Pegawai #2: “Bukan… Memperhatikan!”
Supermarket Mal Kelapa Gading, didengar seorang pengunjung yang merasa ada kamera di setiap penjuru.
Suaranya jadi ketimpa suara jet ya?
Teman #2: “Iya, daripada nyanyi mendingan dia… (berpikir)… Naik pesawat.”
Lenteng Agung, didengar oleh teman yang sedang menyupir dan bingung mau komentar apa.
Nanti ada angka-angka keluar dari TV lho!
Bapak: “Ih…jangan! Nanti kayak sudoku loh!”
Anak: “Sudoku? Sadako kali!”
Bapak: “Iya itu lah…”
Optik di Kelapa Gading, didengar oleh si anak yang langsung dihantui angka.
Mending loe gak usah nafas juga, gimana?
Kampus di Depok, didengar oleh mahasiswi lain yang ingin memasukkan mahasiswi #1 ke ruang hampa udara.
… Just like our ancestor.
SMA Negeri Jakarta Selatan, didengar oleh seluruh murid yang mencari café bernuansa gua.
13 March 2009
Nonton sinetron lagi?! Ayo sana berdiri di pojok!
Cewek #2: “Iya, anaknya bandel-bandel banget!”
Cewek #3 (menyambar pembicaraan): “Iya, Suster Eny kan? Jahat tuh dia! Muslimahnya kasihan banget deh.”
Didengar cewek #4 yang merasa perlu ada nanny yang mendisiplinkan cewek #3 agak tidak terlalu banyak nonton sinetron.
Hobi membaca dan menyanyi di kamar mandi
Didengar oleh pemirsa radio yang mempertanyakan kesungguhan si pembaca berita untuk menemukan si orang hilang.
Saya mantan penjahit di kapal bajak laut…
Penjahit: “Udah dilipet?”
Pelanggan: “Udah saya tandain segimana motongnya.”
Penjahit: “Oke, yang mau dipendekin yang kanan atau yang kiri dek?”
Vermak jeans di Ciputat, didengar oleh pelanggan yang ingin menyumpal mulut si penjahit dengan kain perca
25 February 2009
Sebentar ya, saya buka halaman kuning dulu…
Narasumber: “Belum, hasil seluruhnya masih belum bisa diketahui. Nanti agak siangan.”
Wartawan #2: “Kalau gitu nanti kita hubungi ibu via HP saja ya. Berapa nomor HPnya bu?”
Narasumber: “Berapa ya? Sebentar (sambil berpikir) 0, 8, 5… Aduh, panjang deh pokoknya.”
Didengar puluhan wartawan yang berniat membelikan narasumber walkie talkie, supaya tidak perlu menghapal nomer telepon.
Harusnya malah gak masalah kan?
Mahasiswa #2: “Duh, gua mau cabut tapi orang di rumah pergi semua, mana pintunya dibawa lagi!”
Universitas swasta di Depok, didengar oleh para mahasiswa lain yang merasa menjadi tidak pintar duduk di situ.
Beginilah administrasi negara kita..
Petugas #2: “Gua gak tau, kalo WNI bisa ke dalam negeri gak?”
Kantor Pajak Jakarta, didengar oleh istri WNA yang berpikir keras mengapa harus ada negara.
Kebanyakan mengkonsumsi Vivid?
Manajer Produksi ke Sekretaris: “Masukinnya telentang atau tengkurep nih?”
Didengar oleh semua karyawan yang langsung menyalakan kamera video handphone masing-masing.
Uranus! Bukan your an… ah, lupakan saja.
Cewek #2: “Mayan jelas sih, tapi coba kalau pake stetoskop. Pasti lebih jelas lagi.”
Didengar oleh salah seorang teman yang merasa cewek #2 terlalu terobsesi menjadi dokter.
Saya bos! Bebas!
Bos: “Tapi kan kamu bisa hubungi saya!”
Finance: “Iya, tapi butuh tanda tangan bapak…”
Bos: “Alasan aja kamu! (Melirik sekretaris) Kita aja sering berhubungan, iya gak?”
Sekretaris: (Ragu-ragu) “Euhh, i… iya, pak…”
Kuningan, didengar seluruh peserta rapat yang langsung ingin bekerja keras untuk cepat menjadi bos.
Dan harus bisa getar!
Teman Kerja: “HP apaan? Nokia?”
Cewek Cakep: “Bukan, itu loh… Sony Erection! (Terdiam) Eh…”
Didengar oleh semua teman kerja yang langsung mempertanyakan fungsi utama handphone buat cewek itu.
Bakat jualan yang alami!
ITC Mangga Dua, didengar oleh keponakan calon pembeli yang menjadi yakin udara AC lebih alami daripada udara segar pegunungan.
I… see… dead… people…
Sekolah di Jakarta Selatan, didengar oleh teman sekelas yang merasa cowok #2 punya bakat supernatural.
Kan jadi bahagia sama dia…
Cowok: “Tapi kan lucu, happy-go-lucky gitu kesannya…”
Cewek: “Iya, tetep aja, gua lebih suka Sasuke. Lebih cool, gitu.”
Cowok: “Ah, tapi gua lebih suka cowok yang ceria!”
Cewek: “…”
Bintaro, didengar oleh sepupu yang semakin yakin orientasi cowok itu.
Itu trik dari majalah kesehatan, bebiii…
Cewek: “Widiiih, I really want that kind of body! Perutnya flat banget!”
Cowok: “Makanya, tiap pagi shit up aja…”
Didengar oleh si cewek yang membayangkan di WC sambil kayang.
24 February 2009
Salah profesi ya, sob?
Duren Sawit, didengar keponakan si ibu yang merasa si Abang harusnya jualan gudeg.
Dan berenang di antara bintang-bintang…
Cewek #2: “Kita mau ke planetarium”
Cewek #1: “Ooh, kita mau liat ikan yaa?”
Busway arah Cikini, didengar oleh cewek #1 yang berasa akan kejatuhan meteor.
Terus habisin bautnya…
Anak: “Udah, pa…”
Bapak: “Udah minum susu?”
Anak: “Uhmm…”
Bapak: “Kalo belum, itu ada energizer, minum aja…”
Didengar oleh si anak yang mempertanyakan apakah dia manusia atau robot.
Terlalu banyak informasi, neng…
Didengar oleh seseorang yang langsung ingin pergi ke apotik terdekat.
Makanya gua pacarin…
Murid SMA #2: “Oh, itu kan cewe gua…”
Bulungan, didengar oleh seluruh tongkrongan yang langsung memalingkan pandangan dan bersiul-siul.
Acaranya gak lulus!
Cewek #2: “Iya, nonton, kok kayanya terlalu dibuat-buat ya? Kaya boongan gitu…”
Cewek #1: “Iya, kayanya beli skripsi orang deh, bukan cerita asli!”
Roxy Mas, didengar oleh karyawati lain yang yakin cewek #1 dulu beli skripsi orang buat lulus.
Sungguh tradisi yang harus dipertahankan!
Teman #2: “Gue dapet telpon, nenek gua meninggal, jadi gua besok harus zinah…”
Teman #1: “Eh?”
Buperta Cibubur, didengar anggota regu setenda yang ingin diadopsi keluarga itu.
Bukti kebenaran teori genetik
Anak: “Gak bisa satu soal, ma. Ada soal istilah buat takaran obat gitu. Aku gak tau, jadi aku kosongin…”
Ibu: “Ya ampun, kamu gitu aja gak tau. Itu osis kali!”
Angkot di Jakarta, didengar oleh penumpang lain yang langsung ingin menuliskan resep Xanax ke ibu itu.
Kecuali kalo gosong sih…
Cewek #2: “Bubur kacang ijo…”
Cewek #1: “Ooh, bubur kacang ijo. Eh, eh, bubur kacang ijonya yang mana nih, yang item atau yang ijo?”
Cipete, didengar oleh cewek #2 yang merasa temannya buta warna kronis.
Cara mematahkan kesombongan #16
Kampus di Bintaro, didengar oleh mahasiswa lain yang yakin si cewek tidak akan jumawa lagi.
Mungkin harus cari hobi lain…
Pegawai #2: (terkikik-kikik) “Eh liat nih, ada posting baru di Ngupil Jakarta… Lucu!”
Depok, didengar oleh pegawai lain yang ingin menyodok hidung pegawai #2 dengan pensil.
*BTW, mungkin menampilkan foto koleksi upil se-Jakarta bisa jadi lucu ya?
Pantulannya sebenarnya yang terang…
Kalideres, didengar oleh pelanggan lain yang ingin beli album koleksi lampu hologram.
Mungkin buatan Cibaduyut ya?
Pemilik kamera: “Kamera gua, itu namanya SLR… Emang kenapa?”
Cewek Sok Tahu: “Bokap gua juga punya kayanya, tapi namanya Kinon!”
Fakultas SRD di Grogol, didengar oleh mahasiswi lain yang ingin menjejalkan lensa ke mulut cewek itu.
Pertama, di Arab gak ada… Ah, sudah lah.
Cewek: “Hmmm, tempat yang waktu itu aja, yang di Kemang.”
Cowok: “Food Fest? Rame banget ah, males…”
Cewek: “Bukan Food Fest, yang arab-arab gitu… Little Panda!”
Jakarta, didengar oleh cowok yang sekarang sudah menjadi jomblo lagi setelah pacarnya memutuskan untuk belajar kungfu di tempat itu.
Dua negatif tidak selalu jadi positif
Cewek #2: “Loe vermes gitu yah?”
Cewek #1: “Hah? Vermes?”
Cewek #2: “Iya, vermes. Grogi-grogi gitu.”
Cewek #1: “Ooh ya ampuun… maksud loe herpes kali. Iya, Gue herpes gitu deh tadi.”
Mall di Jakarta Selatan, didengar oleh panitia jumpa fans yang ingin melempari mereka dengan cacing berpenyakit kulit.
Tenggelamkan aku dalam tepungmu…
Cewek #2: “Iya ya, kayaknya tempat-tempat yang bisa narik benda-benda itu tambah banyak dehh.”
Cewek #3: (dengan santai) “Iya tuh, Segitiga Biru kan ?”
Senayan City, didengar oleh kedua teman yang ingin melempar cewek #3 ke lautan tepung.
14 February 2009
Lebih cocok pak Tani, sih…
Tebet, didengar oleh karyawan yang merasa menjadi sekecil timun.
No brain no cry…
Pemuda #2: “Wedew, X nih sekarang! Ciyee yang lagi rastaman!!”
Pemuda #1: “(Bengong sesaat) Kasmaran kali!”
Pemuda #2: “Eh iya, itu maksud gua…”
Depok, didengar oleh pemuda #1 yang ingin menyanyikan Buffalo Soldier sambil menulis puisi cinta.
Nucol; Nuduh Colongan…
Istri: “Ya mana aku tau! Kamu sih main serong aja!”
Tebet, didengar oleh seorang teman yang ingin tahu sedang terjadi apa di antara pasangan itu.
Pizzanya mau berwarna atau B/W?
Cowo #1: “Yang jadi satu sama paketnya ada nggak, mbak?”
Cowo #2: “Udah, pesen satu pitcher lemon tea ajah…”
Waitress: “Oh, paket ini saja pak, minumnya satu picture lemon tea untuk empat orang…”
Gerai Pizza di Cibubur, didengar oleh para pengunjung yang langsung berpose ala Jepang.
Eits, aku pake atas atas bawah bawah kiri kanan kiri kanan A B A B…
Istri (ikut pasang gaya silat): “Eh jangan main-main mas! Dulu aku ikut latihan Nintendo!”
Suami: “Hah? Nintendo”
Istri: “Iya, yang bela diri itu lho! Namanya Nintendo!”
Didengar oleh suami yang ingin loncat-loncat menelan jamur raksasa.
Sabar ayah tiada batas…
Anak: “Masa bodo”
Ayah: “Hanya memberi..”
Anak: “Duit cepe’an.”
Ayah: “Tak ada kembali…”
Anak: “…Duit gope’an.”
KA Express, didengar oleh seseorang yang hanya bisa geleng-geleng di pojokan gerbong.
Kamu wangi sih.. Dan lembut di tangan.
Didengar oleh seseorang yang terharu mengingat tumpukan cucian di rumah.
Dan pasti tidak rajin menabung!
Dosen X: “Oke, kita coba sedikit permainan, dua pasangan di depan ini masing-masing akan memperkenalkan diri, tapi yang akan memperkenalkan adalah temannya. Saya beri contoh, saya memperkenalkan Ibu Y; Ibu Y ini orangnya baik, ramah, sombong..”
Didengar seisi kelas yang merasa dosen X mempunyai dendam pribadi ke dosen Y.
Pasti judulnya ketutupan air mata…
Lift Pacific Place, didengar oleh sepasang kekasih yang langsung ingin memainkan solo gitar selama 20 menit sambil makan terong balado.
Ketemunya di Lipstick?
Alumni #2: “Iya, kenapa? Udah tua banget kan dia.”
Alumni #1: “Kemaren gua ketemu, gila kasian banget dia sekarang udah duduk di sepatu roda…”
Gedung Resepsi di Kuningan, didengar oleh seorang make-up artist yang mengira-ngira seberapa gaul kakek itu.
Kalau bisa sedih, trenyuh?
Mahasiswa #2: “Trenggiling.”
Mahasiswa #1: “Bukan tau, trenggulung! Kan dia bisa menggulung! Kalo trenggiling dia ngegiling dooong?”
Plaza Semanggi, didengar oleh seseorang yang langsung menjadi trenggeleng.
Wah, banyak adegan terlarang pasti…
Didengar oleh rekan yang merasa mau diajak ke kos-kosan di Mangga Besar.
30 January 2009
Oh…pantes mirip
Anak: “Pak, itu kan mbak Y… (kakak si anak).
Rumah di Jakarta, didengar oleh sang ibu yang langsung merencanakan untuk membawa sang ayah ke toko kacamata esok hari.
Sejujurnya, kami juga sudah tutup, mbak…
Mahasiswi: “Ooh..berapa mas, harganya?”
Mas Penjual Makanan: “15.000 aja.”
Mahasiswi: “Beli satu deh mas.”
Mas Penjual Makanan: “Udah abis.”
Stand makanan Korea, didengar oleh dua orang mahasiswi yang ingin mengirim si mas ke Korea untuk ikut wajib militer.
Abrakadabra…jadilah sayur asem!
Cowok #2: “Iya, hebat ya. Kan jarang ada chef yang bisa masak.”
Kedai kopi di Jakarta, didengar oleh pengunjung lain yang ingin menyulap si cowok #2 menjadi kelinci…dan memasaknya.
Ah, hujan cuma mau cari sensasi…
Bos cewek: “Di mana?”
Karyawan cuek: “Ya di luar lah, masa dalam gedung…”
Bos cewek: “Aah, gosip!”
Kantor di Jakarta, didengar karyawan-karyawan yang langsung kasak-kusuk bikin gosip tentang bosnya.
26 January 2009
Antara grogi atau memang titik-titik…
Pelatihan motivasi di sebuah SMA di jakarta, didengar oleh semua peserta yang ingin melempar titik-titik ayam ke moderator.
Gak ngerti? Oke, misalnya kita menuju Tegal…
Meeting di hotel di Jakarta, didengar oleh para staff yang kasak-kasuk membuka peta dunia.
Gapapa kok pak, kami yakin ini salah kami…
Karyawan: “Wah, sama pak. Bapak di dalam? Kami di smoking section, di luar.”
Klien: “Ngaco kamu! Di sini mana ada smoking section di luar?!”
Karyawan: “Lho pak…bapak di Starbucks kan?”
Klien: “Iya! Kamu dimana?!”
Karyawan: “Starbucks pak…Starbucks Plasa Senayan.”
Klien, terdiam sejenak lalu bicara dengan nada lebih lembut: “Oh, Plasa Senayan ya? Bukan Senayan City ya? Ini saya udah di Senayan City dari tadi nungguin kalian lho. Kalian saja lah yang ke sini ya. Saya tungguin deh. Jangan lama-lama ya.”
Plasa Senayan, didengar oleh karyawan yang kali ini terpaksa membayar sendiri kopi pesanannya.
25 January 2009
Pernah jadi jagoan masak zombie kan?
Cowok sok tau: “Bukan!”
Cewek: “Abis dia ini siapa? Kok kayaknya namanya familiar yah?”
Cowok sok tau: “Stephen King mah bintang film! Semua juga tau!”
Gramedia Grand Indonesia, didengar oleh pengunjung yang merasa horor bisa jadi komedi.
Ya jelaslah, mereka kan sering olahraga juga…
Kakak: “Kemaren abis main futsal, trus jatuh!”
Adik: “Kok bisa sampe besot gitu?”
Kakak: “Iya, ternyata rumput atletis tuh tajam juga yaa…”
Pejompongan, didengar oleh si adik yang membayangkan bagaimana caranya rumput bisa berotot.
Kalau begitu terus aja berbahasa yang jelek…
Orang indo mental bule: “Iya, I could only show the taxi driver your address. saya coba bicara tapi tidak lancar dan dia terus berbicara dalam bahasa Indonesia.”
CEO: “Well, kamu kulitnya juga sawo matang. Of course he thought you speak the language.”
Orang indo mental bule: “Iya, saya tanya lantai kantor ini juga difficult. Bahasa Indonesia saya jelek sekali sampai rasanya kemaluan saya besar sekali.”
Kantor di Jakarta Pusat, didengar para sekretaris yang langsung ingin memberikan les privat ke orang itu.
Pakai saus kacang apalagi!
Teman #2: (Sambil melihat teller bank yang beli batagor) “Yang beli batagor yang enak bro…”
BTN Harmoni, didengar oleh teman #1 yang ingin mengiyakan tapi keburu terbahak.
Padahal gak ada tongkat, hmmm… pake apa jadinya?
Balai Kartini, didengar oleh Kuping Kiri dan Kuping Kanan yang langsung saling berpandangan dan menepuk dahi masing-masing.
Kalau landline itu yang ngesot di tanah…
Kos di Jakarta, didengar oleh semua teman yang ingin melempar anak itu ke udara.
Trotoar itu tempat buat ngopi dan nyantai…
Teman #2: “Gimana bisa, emang motornya naek ke trotoar?”
Teman #1: “Naek gimana, ya di tengah jalan lah”
Teman #3: “Loh…?”
Teman #1: “Iya, di jalannya kan ada trotoarnya. Itu tuh (menunjuk ke bawah) yang buat nyebrang”
Temen #2: “Zebra Cross kale…”
Teman #1: “Hah, kok Zebra Cross sih? (bengong lama) Namanya Zebra Cross ya? Trus yang trotoar itu apa?”
Warung tenda di Pejompongan, didengar oleh semua pengunjung yang meragukan status mahasiwa orang itu.
Curhat colongan?
Pegawai #1: “Iya nih, tumben pak ketua datang menjambani kita-kita!”
Kantor di Jakarta, didengar oleh semua pegawai yang bingung dengan job desc pegawai #1.
Agak terlalu pasrah ya, mas?
Didengar oleh seseorang yang benar-benar kagum akan iman cowok itu
Limited edition dong ah!
Cowok modis #2: “Yah, telat lu. Gua sih udah punya dari lama, tapi iPod gue mereknya Sony.”
Didengar oleh seseorang yang ingin tahu kapan merger itu terjadi.
Utang dari jaman perang ya?
Pria #2: “Iya”
Pria #1: “Jual aja ke debt collector…”
Pria #2: (berpikir sebentar) “Kolektor kaleee!”
Didengar oleh seseorang yang langsung ingat tagihan kartu kredit.
Jangan lupa minta cap pak lurah…
Teman #2: “Iya nih, otak gua tipis banget. Sampe-sampe bisa dilaminating!”
Universitas di Jakarta Selatan, didengar oleh seseorang yang bertanya-tanya bagaimana bentuk fisiologis otak orang itu.
Dikasih sekalian ke banyak keluarga aja…
Mahasiswi #2: “Iya, sadis banget. Kalo dimutilasi kan jadi susah adopsinya.”
Universitas di Depok, didengar oleh seseorang yang ingin mengadopsi mahasiswi #2 dan menerbangkan dia ke Timbuktu.
Yang penting goyangannya…
Cowok: “Ini versi terbaru, kenapa?”
Cewek: “Punya gua lebih panjang…”
Didengar oleh teman yang ingin tahu kelamin sebenarnya si cewek.
16 January 2009
Mama juga gak suka-suka amat kok…
Di dalam angkot di Jakarta, didengar oleh penumpang yang tidak jadi turun karena penasaran ingin dengar jawaban sang ibu.
Makasih ya mbak, atas infonya…
Teman: “Mbak, hujannya gede gak?”
Perempuan bertubuh subur: “Yang gede itu saya.”
Graha Mobisel, didengar oleh teman-teman yang membuka payung untuk menyembunyikan tawa.




![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss.png)










