Internet Cepat Buat Apa

well…iya…penggunaan internet memang belum maksimal

cacatan

Jadi beberapa bulan lalu ada menteri yang berkata/bertanya “Internet cepat buat apa?”. Kemudian keluarlah jawaban-jawaban ideal dari para netizen, “Buat cari literatur science”, “tutorial di youtube dan kuliah online”, “transfer data ke cloud lebih mudah saat mobile”, “bisnis online biar tambah maju” dan lain-lain.

Benarkah masyarakat Indonesia seperti itu?

Kemudian saya peroleh data dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia),

Profil Internet Indonesia Tahun 2012.

Saya menunggu data tahun 2013 tidak kunjung keluar, jadi saya mau mengomentari data tahun 2012.

internet1

Data 1 : Pengeluaran per bulan Keluarga Pengguna Internet

Jika pengeluaran keluarga pengguna Internet sebesar itu, kemungkinan besar pendapatannya gak bakal jauh-jauh amat. Pendapatan yang jauh dengan pengeluaran mungkin hanya kelompok yang pengeluarannya lebih dari 3 juta per bulan. Misal saya asumsikan yang pengeluarannya 1 – 3 juta sebagai golongan menengah ke bawah, yang berjumlah 72,1 %. Saya simpulkan bahwa 72,1 % (sample) keluarga di Indonesia  yang menggunakan internet adalah…

View original post 521 more words

Beberapa kesalahan dalam mendidik anak.

Aha..haa.., kayak yg udah pengalaman ajah nih yeee. Ehm..ehm.., enggak lah! Belum pengalaman koq.
Jadi begini loh, critanya. Suatu hari, di subuh yang sahdu (cieee, koq jadi puitis begini yah??), di sebuah mesjid yang tak begitu megah, ada kuliah subuh. Semacam kultum begitu. Nah, tema yang diangkatkan kali ini bagiku saaaangaaaaaaat menarik, karena memang kenyataan yang sering dijumpai di lapangan. Tentang apa hayyo?? Yap! Tepat sekali, KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK! Secara, diriku suka sekali mengamati anak-anak, tentulah tema ni menjadi snagat menarik bagiku.

Beberapa kesalahan dalam mendidik anak.
1. Orang tua sering menuntut anak untuk melakukan suatu perintah tanpa menjelaskan alasannya.
Misalnya : cepat pakai bajumu! Jangan ganggu adikmu! Bikin PR kamu itu segera! Ganti bajumu! Bagun! Cepat mandi! Cepat tidur! Jangan main di sana! Dan sederet kalimat perintah lainnya! Hal yang seharusnya dilakukan adalah memberikan pemahaman dan alasan mengapa ia harus melakukan hal tersebut. Apa sebabnya, apa akibatnya.
Kenapa? Karena anak kecil, umumnya memiliki pengalaman yang terbatas. Mereka ga bisa mikir kalo larangan dan perintah yg kita berikan itu sebenarnya buat kebaikan si anak juga. Makanya, kita mestilah kasi pemahaman ke dia. Gimana sih baiknya. Gituuuh…

2. Kaku dalam menetapkan aturan bagi anak. Seorang anak yg dibesarkan di ranah otoriter yang kaku akan merasa putus asa, apalagi di saat orang tua gak pernah peduli dengan usaha terbaik yang ditunjukkannya pada orang tua. Ia jadi ngerasa berada dibawah tekanan, sehingga mempengaruhi masa depannya.

3. Tidak menyikapi kesalahan anak dengan penuh kesabaran
Hal yg penting yg harus dipahami oleh seorang pendidik adalah pengendalian emosi dan kesabaran, karena standar nilai dalam dunia anak jauh berbeda dengan dunia dewasa. So, ortu mesti membimbing anak-anak tuk bisa mendekati standar nilai yg baik. Trus, yg namanya dunia anak-anaka yaa dunia dengan penuh kesalahan karena mereka sedang mengeksplorasi semua yang ada di sekeliling mereka. Mereka blum bisa ngebedain mana yg benar dan mana yg salah, makanya arahan ortu ntu perlu banget.
Apa contoh?
Missal begini, “Baduuuuuuuuuu, jangan main laptop, nanti kamu merusaknya!!!”(uwiiih, hi tech banget nih yaa? Hehehe) si Badu langung ngelakuin pembelaan diri, “Gak kok mama, Badu ga bakal ngerusakin laptopnya koq!” mamanya langsung nyolot, “Mana pulak gak rusak. Kemaren aja kamu menghilangkan program ini, program tub bla..bla… lihat saja, sebentar lagi, kamu pasti ngerusakin tuh laptop!!” si Badu jadi bête, “ih, mama ni, aku bisa koq!!”. Gak lama berselang, ternyata tu lapotop emang rusak, si mama langsung bilang, “Tuuuuuuuh kaaaaaaaan!! Apa mama bilang! Jadi rusak tuh!!!!!”
Dalam contoh di atas, meski sebenarnya si ibu gak maksud apa-apa kecuali memperingatkan anaknya, tapi tetep aja sang ibu sesungguhnya belum bisa mngendalikan emosinya. Apa bukti? Di sana ada kalimat yg seolah-olah meremehkan sang anak,” Mana pulak gak rusak. Kemaren aja kamu menghilangkan program ini, program tub bla..bla… lihat saja, sebentar lagi, kamu pasti ngerusakin tuh laptop!!”, kalimat ini secara tak langsung meremehkan kemampuan anaknya. Ucapan tsb belum mampu mendorong anak utk berprilaku benar. Sikap matang dalam menanggapi, merespon kesalahan anak dengan kesabaran, dan emosi yg terkendali mampu membentuk kepribadian anak biar lebih baik.

4. Ga’ berusaha utk memahami, atas motivasi apa siih, anaknya ngelakuin kesealahan.
Yg pasti setiap anak gak terlahir dalam kedaan paham akan segala sesuatu. Ada banyak alas an sebenranya. Bisa jadi karena ia penasaran dan pnya rasa ingin tahu yg tinggi ataupun karena pengen dapet perhatian, jadi, dy neglakuin kesalahan. Atau bisa jadi, –na’udzubillah— TIDAK adanya kecendrungan dari ortu untuk menerima kekurangan dan kelebihan anak apa adanya. Anak yang dituntut sellau sempurna sehingga yang ada hanyalah kritikan-kritkan saja terhadap anak.

Bisa jadi juga ortu ga bisa memenuhi kebutuhan psikis sang anak. Bak itu kebutuhan fisik, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan kaih saying, kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan aktualisasi diri.(yeee, ini kan piramida tingkat kebuthan menurut maslow. Pada tahu kan??)

5. Kesalahan yg juga sering dilakuin adalah, ortu seing kali obral janji. “Nak, kalau kamu dapet juara satu, mama belikan sepeda yah.” Eh, gak taunya, pas sang anak udah dapet juara, hadiahnya kagak datang2. Jadinya apa? Anak kagak percaya lagi sama ortu. Ini akan jadi pengalaman buruk baginya nanti.

6. Ngasi hukuman justru waktu anak neglakuin kebaikan.
Lha, apa maksud? Hmm…begini, missal lagi nih, si Badu bangun tidur, dan terselip niat di hatinya, “ahhh.., hari ini mau bantu mama ah. Mau beresin kamar tidur sendiri.” (biasanya diberesin sama mama). Trus, pas udah selese, si Badu ngelapor, “Mama..mama…, tengok, Badu udah beresin tempat tidur looooh.”
Bukannya menghargai, sang mama malah bilang, “Kamu ini!!! Seharusnya bangun tidur itu gosok gigi dulu, cuci muka dulu!!! Bla..blaa…”
Ini secara tak langsung “membunuh karakter” anak. Apa salahnya sih, diapresiasi dulu???

7. Ga’ ngasi hukuman waktu anak berbuat salah. Nah, sebaliknya, waktu anak salah, mbo ya dikasi hukuman lah yaaa. Kalo’ gak, mana mungkin dia bisa sadar dengan kesalahannya. Asalkan caranya wajar dan mendidik! Yaaah,, seperti yg udah dibilang juga di poin 3.
Inagt-ingatlah, HATI-HATI DENGAN HUKUMAN FISIK PADA ANAK!!
Jadikan hukuman fisik sebagai hukuman terakhir. Hukuman fisik jgn dilakukan ketika ortu dalam keadaan marah. Berikan fase hukumannya , dari yg paling ringan hingga berat. Tidak memukul wajah dan kepala. Jangan memukul anak hingga umurnya 10 tahun. Bila itu kesalahan pertama anak, hendaknya ia diberikan kesempatan untuk sekedar mengakui dan meminta maaf atas kealahannya. Pemberian hukuman jangan diwakilkan kepada saudaranya, karena akan menimbulkan kebencian anak kepada kakaknya/saudaranya. Trus, berlaku adil dalam memberikan hukuman.

HAL YANG HARUS DIHINDARI DALAM HAL MENGHUKUM ANAK ADALAH : menghukum satu anak yg melakukan kesalahan dan membiarkan yg lainnya. Minimpakan hukuman pada anak yg tidak bersalah. Menghukum kesalahan yang dilakukan anak dengan tidak sengaja. Menghukum anak yang melakukan kesalahan yang mana kesalahan itu sudah menyebabkan anak terluka secara fisik. Tidak meringankan hukuman anak ketika ia mengakui kesalahannya. Menjadikan hukuman sebagai suatu sarana untuk berinteraksi dengan kesalahan anak.

8. Membandingkan anak dengan kakak-kakaknya tau orang lain. Uwwihh, ini lama banget membekasnya nih. Dia ngerasa down tentunya. Padahal, kan kemampuan anak gak sama! Makanya, jangan sekali-kali membandingkan anak dengan kakanya atau temannya.

9. Ortunya kontradiktif.
Missal nih yaaa,
Ortu bilang ke anak, “Nak, kita harus jujur kepada sesama yah…”
Sang anak pun mulai menanamkan dalam hatinya, bahwa kita harus jujur. Nah, suatu kali ada seorang tamu datang. Sang ortu langsung sembunyi, sambil bilang ke anak, “Badu, ntar bilang ya, mama lagi gak di rumah!”
Nah lho????
tadi katanya harus jujur???

10. Menghina, meremehkan dan membeda-bedakan dalam berinteraksi dengan anak. Wuihhh, ni parah loh akibatnya. Misalnya, ortu bilang, “kamu ini koq bodoh sekali. Masa’ ini aja ga’ dapat. Kamu ini kok pemalas sekali! Dasar, OON!”. Udah gitu, kluar lagi bahasa kebun binatangnya,…
“kamu itu……a*j*ng, m*ny*t,..” dan bahasa sejenis.
Nah, lama-lama, pernyataan itu akan tertanam pada jiwa sang anak, sehingga ia memang merasa dirinya bodoh alias OON.
Atau kata-kata, semacam :
“Kamu lebih jelek dari yg mama kira. Kamu Emang gak punya kemampuan apa-apa!”
“malu mama bawa kamu! Lebih baik gak usah mngakui aja kalau kamu itu anak mama!”
“kamu egois!”
“mama gak mau seorangpun tau kalau kamu itu anak mama!”
“kenapa kamu gak sepintar saudaramu, heh?”
“halaaah, itu ide kolot!”
“kamu itu idiot, tauk!”
“mama gak pernah bangga punya anak seperti kamu!”
Sungguh, kata-kata itu seperti bom waktu yang siap meledak suatu saat. Secara tak langsung, kata2 itu berarti tidak mengakuinya sebagai individu selayaknya!

Dan masih buuuuaaaaaanyaaaaaaaak lagi! Terlalu panjang untuk dituliskan. (ini aja udah segini panjangnya). Sing penting, kita semua sama-sama evaluasi, untuk kebaikan di masa mendatang. Sangat banyak kenakalan remaja disebabkan oleh orang tuanya sendiri yang tak paham bagaimana cara mendidik anak yg baik. Sehingga out put yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan. Meskipun inputnya bagus (berasal dari bibit unggul), kalau prossesingnya kacau, tetap saja hasilnya tidak baik.
(halaaaaaaaaaah, koq sok tau banget yah, diriku. Ehm..ga’ koq. Ini hanya mengutip pernyataan seorang sarjana psikologi)

Maka, aku sepakat sekali bahwasannya yang perlu dibenahi terlebih dahulu itu, yaaa..orang tuanya! Sekolah pertamanya! Madrasatul’ulaaa nya. Ibu, juga ayah! Bukan sepenuhnya tanggungjawab perempuan tentu saja.

Sungguh, peradaban di masa mendatang, ada di tangan mereka. Pada Seperti apakah kita mempersiapkan generasi Rabbani itu. Merekalah calon pemimpin bangsa ini kelak. Maka, ditangan kitalah kunci semua itu. Memberikan pendidikan Qur’ani dan tentu saja dengan harta yang halal lagi berkah. (ingat kisah ayahnya Imam Syafe’i yg berusaha untuk mencari siapa pemilik apel hanyut yang ia makan bukan? Sosok seperti apakah yang lahir kemudian? Sosok luar biasa sekaliber imam syafe’i, bukan?)

SUKA, CINTA DAN SAYANG

Di hadapan orang yang kau cintai, musim dingin
berubah menjadi musim semi yang indah. Di hadapan
orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim
dingin, hanya suasananya lebih indah sedikit.

Di hadapan orang yang kau cintai, jantungmu
tiba-tiba berdebar lebih cepat. Bersama orang yang
kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat mata orang yang kau cintai,
matamu berkaca-kaca. Apabila engkau melihat mata
orang yang kau sukai, engkau hanya
tersenyum saja

Di hadapan orang yang kau cintai, kata-kata yang
keluar berasal dari perasaan yang terdalam. Di
hadapan orang yang kau sukai, kata-kata hanya keluar
dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan
ikut menangis di sisinya. Jika orang yang kau sukai
menangis, engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, tapi rasa suka
dimulai dari telinga. Jadi jika kau mau berhenti
menyukai seseorang cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang
yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan
airmata dan terus tinggal dihatimu dalam waktu yang
cukup lama

Tetapi selain rasa suka dan cinta, ada perasaan lain
yang lebih mendalam yaitu rasa sayang. Rasa yang
tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak
mudah berubah. Perasaan yang dapat membuatmu
berkorban untuk orang yang kau sayangi. Mau
menderita demi kebahagiaan orang yang kau sayangi

Cinta ingin memiliki. Tapi SAYANG hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia walaupun
harus kehilangan ……….

rahasia dibalik kredit card

Apa anda pernah memikirkan arti dari nomor kartu kredit, dan bagaimana angka-angka tersebut dihasilkan?

Atas dasar ilmu pengetahuan, berikut ini akan saya jabarkan RAHASIA-nya …

Pertama-tama anda harus mengenal bagian-bagian dari deretan angka pada kartu

Dari 16 angka yang anda lihat di kartu kredit Visa atau MasterCard, 6 digit pertamanya merupakan “entissuer idifier“, yaitu kode jenis kartu kredit tersebut.

Jika 6 digit tersebut diawali dengan 4, berarti kartu kredit tersebut berjenis Visa.

Namun, jika 6 digit tersebut diawali dengan 5, berarti kartu kredit tersebut berjenis MasterCard.

Berikutnya, 1 digit terakhir dari 16 digit angka di kartu kredit tersebut berfungsi sebagai “check digit“, yang fungsinya hanya untuk validasi pengecekan nomor kartu kredit tersebut.

Karena 6 digit awal dan 1 digit terakhir tersebut sudah memiliki arti, berarti tinggal tersisa 9 digit di tengah yang berfungsi sebagai “account number“.

Oleh karena terdapat 10 kemungkinan angka (dari angka 0 sampai dengan 9) yang bisa dimasukkan ke tiap digit dari 9 digit “account number” tersebut, maka kombinasi yang dihasilkan dari 9 digit tersebut berjumlah 1 milyar kemungkinan nomor untuk masing-masing jenis kartu kredit (Visa atau MasterCard).

Adapun algoritma yang dipakai untuk menghasilkan deretan 16 angka untuk nomor kartu kredit tersebut dinamakan algoritma “Luhn” atau “Mod 10“.

Dulu pada tahun 1954, Hans Luhn dari IBM adalah orang yang pertama kali mengusulkan penerapan algoritma untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu nomor kartu kredit.

Cara kerja algoritma yang sederhana (tapi luar biasa) ini adalah sebagai berikut :

1. Dimulai dari digit pertama, kalikan 2 semua angka yang menempati digit ganjil, sehingga secara keseluruhan akan ada 8 digit yang anda kalikan 2, yakni digit ke 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, dan 15.

2. Jika hasil perkalian 2 tersebut menghasilkan angka yang berjumlah 2 digit (10, 12, 14, 16, atau 18), maka jumlahkan angka masing-masing digit tersebut untuk menghasilkan 1 digit angka baru, sehingga hasil dari langkah pertama dan kedua ini tetap berupa 8 angka.

3. Langkah berikutnya, gantikan semua angka (nomor kartu kredit) yang terletak pada digit posisi ganjil tersebut dengan 8 angka baru tersebut, untuk menghasilkan deretan 16 angka baru.

4. Langkah terakhir, jumlahkan ke-16 angka tersebut. Jika hasil penjumlahannya merupakan kelipatan 10, berarti nomor kartu kredit tersebut valid, dan sebaliknya, jika tidak kelipatan 10, berarti nomor kartu kredit tersebut tidak valid.

Berikut ini saya berikan contoh perhitungan sebenarnya :

Seperti anda lihat di gambar di atas ini, nomor kartu kredit tersebut adalah adalah 4552 7204 1234 5678, karena diawali dengan 4, berarti kartu tersebut berjenis Visa.

Sekarang kita lakukan perhitungannya.

Jika sudah anda hitung dengan teliti, maka akan terlihat bahwa jumlah akhirnya adalah 61, yang BUKAN merupakan bilangan kelipatan 10, sehingga bisa dipastikan bahwa nomor kartu kredit tersebut adalah tidak valid.

Seandainya “check digit” di contoh tersebut bukan 8, melainkan 7, maka secara algoritma, nomor kartu kredit tersebut akan menjadi valid, karena total penjumlahannya akan berubah menjadi 60, suatu bilangan kelipatan 10.

Berikut ini contoh yang lain :

Sekali lagi, lakukan kalkulasi sesuai algoritma Luhn di atas untuk kartu kredit MasterCard dengan nomor 5490 1234 5678 9123 tersebut.

Seperti bisa anda hitung sendiri, total penjumlahannya adalah 65, sehingga nomor kartu kredit tersebut tidak valid, karena 65 BUKAN bilangan kelipatan 10.

Seandainya, “check digit” kartu kredit tersebut bukan 3, melainkan 8, maka hasil penjumlahannya akan menjadi 70, yang merupakan kelipatan 10, sehingga nomor kartu kredit tersebut akan menjadi valid (secara algoritma).

Pengertian valid di atas adalah valid secara perhitungan matematika, bukan berarti nomor kartu kredit tersebut benar-benar pasti nomor kartu kredit yang asli.

Karena untuk pengecekan kartu kredit (pada saat transaksi online, misalnya) dibutuhkan tidak hanya nomor kartu kreditnya saja, tapi juga “expiry date“, serta “card security code” atau disebut juga dengan CVV (Card Verification Value) atau pun CVC (Card Verification Code) yang merupakan 3 digit terakhir di balik kartu kredit tersebut.

P.S. : Untuk kartu kredit American Express, jumlah digitnya bukan 16, tapi cuma 15, dan selalu diawali dengan 34 atau 37 untuk 2 digit pertamanya. Sedangkan untuk “account number“-nya hanya memiliki panjang 8 digit, bukan 9 digit seperti kartu kredit jenis Visa atau MasterCard.

1. Ada dua orang, bapak dan anaknya melihat sebuah mobil impor yang sangat mewah. Dengan nada yang tidak pantas si anak berkata kepada ayahnya, “Orang yang duduk dalam mobil jenis ini, pastilah orang yang berpengetahuan sangat minim!”

Ayahnya lalu mejawab secara sepintas lalu, “Orang yang mengucapkan kata-kata semacam ini, dalam sakunya pasti tidak ada duit!”

——————————————————————
Bagaimana pandangan Anda mengenai masalah ini, apakah juga mencerminkan sikap sebenarnya dalam hati Anda?
——————————————————————

1. Ada dua orang, bapak dan anaknya melihat sebuah mobil impor yang sangat mewah. Dengan nada yang tidak pantas si anak berkata kepada ayahnya, “Orang yang duduk dalam mobil jenis ini, pastilah orang yang berpengetahuan sangat minim!”

Ayahnya lalu mejawab secara sepintas lalu, “Orang yang mengucapkan kata-kata semacam ini, dalam sakunya pasti tidak ada duit!”

——————————————————————
Bagaimana pandangan Anda mengenai masalah ini, apakah juga mencerminkan sikap sebenarnya dalam hati Anda?
——————————————————————

2. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.”

“Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah.

“Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain.”

——————————————————————
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.
——————————————————————

3. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya persis seperti orang yang jerawatan.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”

——————————————————————
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.
——————————————————————

4. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”

——————————————————————
Kita sebagai angkatan tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.
——————————————————————

5. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”

Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.”

Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”

——————————————————————
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.
——————————————————————

6. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang menjengukkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”

“Saya harus mengejar dia…” Dengan nafas tersenggal-senggal dia menjawab, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”

——————————————————————
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis! …saat harus menghadapi sesuatu dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya keluar
——————————————————————

7. Si A : “Tetangga yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”

Si B : “Memang sungguh jahat! Apakah Anda segera melapor polisi?”

Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”

——————————————————————
Semua kejadian pasti ada sebabnya..jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri..maka jawabannya pasti berbeda.
——————————————————————

8. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!”

Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”

Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

——————————————————————
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain,.. hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, dan juga membuat orang lain terhina.
——————————————————————

9. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”

Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”

“Siapa yang menemukan listrik?”

“Edison.”

“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”

——————————————————————
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji.. lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
——————————————————————

10. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelpon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”

Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan?”

Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”

——————————————————————
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin… Dari pada khawatir lebih baik berlega,.. dari pada gelisah lebih baik tenang…
——————————————————————

11. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.

Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.

——————————————————————
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci…walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian..Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

kepada calon istriku

Kepada Calon Istriku…

Assalammu’alaikum Wr. Wb….

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care… Allah selalu bersama kita.

Calon Istriku…
Masihkah menungguku.. .? Hmm… menunggu, menanti atau whateverlah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?! Menunggu… hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang “istimewa”. Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa. Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu. Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat.

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan- Nya, melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu, atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati. Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong. Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari “dunia lain” masuk ke jiwa.

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu. Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih.

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif. Mumpung waktu kita masih banyak luang. Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga. Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak. Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak.

Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang. Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda. Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit. Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ‘Krisis Akhlak’.

Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini. Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit. Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan. Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik. Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri.

Calon Istriku…
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu. Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang. Karena jalan ini masih panjang. Banyak hal yang menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada angan. Seolah sedetik tiada tersisakan. Resah hati tak mampu kuhindarkan. Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan. Karang asaku tiada ‘ kan terkikis dari panjang jalan perjuangan hanya karena sebuah kegelisahan. Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan. Keputusan besar untuk datang kepadamu.

Calon Istriku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu. Percayalah padaNYA, Yang Maha Pemberi Cinta, bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir. Yakinlah “saat itu” pasti ‘ kan tiba.

Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu. Karena kecantikan hati dan iman yang dicari. Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu. Karena aura keimananlah yang utama. Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga. Merasuk dan menembus relung jiwa.

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan. Hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil. Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup. Pasrahkan inginmu sedalam kalbu pada tahajjud malammu. Bariskan harapmu sepenuh rindumu pada istikharah di shalat malammu. Pulanglah padaNYA, ke dalam pelukanNYA. Jika memang kau tak sempat bertemu diriku, sungguh itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci. Dan kau terpilih menjadi ainul mardhiyah di jannahNYA.

Calon Istriku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik. Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita. Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya. Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita.

Calon istriku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘ kan menjelang jua. Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan. Apa kabarkah kau di sana ? Lelahkah kau menungguku berkelana, lelahkah menungguku kau di sana ? Bisa bertahankah kau di sana ? tetap bertahanlah kau di sana . Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu. Bila waktu itu telah tiba, kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah itu. Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…

Calon istriku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir. Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera, kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang. Cinta membuat hati terasa terpotong-potong. Jika di sana ada bintang yang menghilang, mataku berpendar mencari bintang yang datang. Bila memang kau pilihkan aku tunggu sampai aku datang.

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat. Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia, dan mendapat yang terbaik dari-Nya. Aku tak pernah berharap kau ‘ kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini. Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup. Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini. Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi. Akulah orang yang ‘ kan selalu mengagumi, mengawasimu, menjagamu dan mencintaimu.

Calon Istriku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu, hanya bisa merindukanmu. Dan tetaplah berharap, terus berharap. Berharap aku ‘ kan segera datang. Jangan pernah berhenti berharap. Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup.

Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah berhenti memilikiku dan mencintaiku hingga ujung waktu. Tunjukkan padaku kau ‘ kan selalu mencintaiku. Hanya engkau yang aku harap. Telah lama kuharap hadirmu di sini. Meski sulit harus kudapatkan. Jika tidak kudapat di dunia, ‘ kan kukejar sang ainul mardhiyah yang menanti di syurga.

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat, aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu. Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku, pelarian perasaanku dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku. Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti apa yang akan ku hadapi dan apa yang harus kucari dalam hidup.

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini untuk dirimu yang selalu bijaksana. Aku goreskan syair sederhana ini, untuk dirimu yang selalu mempesona. Memahamiku dan mencintaiku apa adanya. Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku. Semoga…

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
(Dewi Khayalan – Daun Band)

Ya Allah… ringankanlah, kerinduan yang mendera. Kupanjatkan sepotong doa setiap waktu, karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku.
Ya Allah… ampuni segala kesilafan hamba yang hina ini ringankan langkah kami. Beri kami kekuatan dan kemampuan tuk melengkapkan setengah dien ini, mengikuti sunnah RasulMu jangan biarkan hati-hati kami terus berkelana tak perpenghujung yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan yang telah Engkau berikan.

Wassalamu’alaikum.

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya,

tips menghadapi bos menyebalkan

Tips menghadapi boss yang menyebalkan ;)

1. Jangan biarkan Boss yang menyebalkan bisa mempengaruhi suasana hatiAnda. Tetap positif dan sikap apapun dari Boss akan menjadi lebih mudah untuk ditangani.

2. Diskusikan masalah ini dengan orang terdekat Anda, teman ataupun keluarga. Anda perlu berbagi mereka karena sharing itu pun juga bersifat terapi. Keluarga atau teman dekat dapat mendukung serta membantu Anda melalui hari-hari yang paling sulit di tempat kerja.

3. Jika Boss anda memberikan kritikan yang tidak perlu atau bahkan tidak adil, kadang mudah sekali Anda terlarut dalam debat kusir dengannya. Biasanya konfrontasi seperti ini merupakan cerminan pribadi bos anda yang buruk (insecurity) . Jadi lebih baik Anda hindari perdebatan seperti ini terutama tentang siapa yang benar atau salah. Langsung saja dengan membahas solusinya dengan sikap tenang.

4. Ambil cuti jika masalah ini mulai membuat Anda stress, sama seperti yang akan Anda lakukan jika Anda sakit secara fisik (demam,flu, dll). Karena stress juga akan berdampak terhadap kesehatan jiwa anda (depresi).

5. Hindari melapor atau mengadu ke Bos-nya Boss. Kemungkinan besar mereka akan mendukung atasan Anda dan ini bisa menyebabkan masalah lebih besar lagi. Lebih baik jalin hubungan baik dengan senior di perusahaan Anda, tetapi diluar rantai komando (beda department/divisi) . Mereka biasanya akan lebih obyektif . 

6. Jika Boss menyerang Anda secara tidak rasional, minta dia untuk menjelaskan ulang. Ini akan membantu Boss Anda untuk bisa memahami kekurangan dalam argumennya atau mungkin mendapat pemahaman lain dari sudut pandang anda.

8. Berbicara dengan teman dan rekan di tempat kerja. Cari tahu apakah mereka menerima perlakuan yang sama dan apakah mereka setuju bahwa itu tidak adil. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah hal ini berlaku kepada anda secara khusus atau bos berlaku tidak adil kepada semua orang. 

9. Jangan bawa pekerjaan pulang. Ingat, boss anda hanya membayar waktu bekerja anda di kantor, bukan di rumah. Mereka tidak memiliki hak atas waktu senggang Anda di rumah. 

Tetap Semangat!!

Rosa S Rustam (Ocha)

menari di tengah hujan


Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak tergesa-gesa.

Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.

Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.

Aku sangat terkejut dan berkata, “Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?”

Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, ‘khan?”

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding, “Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.”

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki. ” Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.”

belajar berbagi